Rindu Suara Adzan

Masjid Ma Dian Qiao -Beijing

Terletak tidak jauh dari kampus, dengan menggunakan transportasi publik sekitar 20 menit. Ya, masjid yang ada di Beijing ini  memiliki cukup banyak jamaah dari pribumi, berdasarkan informasi yang didapat dari teman, penduduk China yang muslim adalah 1,8% dari total populasi yang berarti 1,8 % dari 1 Milyar jiwa. Dan, tidak sedikit juga para turis dan jamaah yang dari negara asing sholat disini.

Hari ini bertepatan dengan hari Jumat, sebagai hari dimana setiap masjid diseluruh dunia melaksanakan sholat Jumat berjamaah. Namun, Beijing hari ini sangat dingin, kira-kira suhu mencapai 1~3 derajat celcius namun, tak menyurutkan semangat jamaah untuk sholat jumat walau dingin yang begitu menusuk. Saya sangat suka sekali momen sholat jumat di Masjid yang terletak tak jauh dari Ma Dian Qiao Dong Halte Bus ini karena umat muslim dari berbagai belahan dunia datang untuk bersimpuh sujud bersama.

Tahukah kamu apa yang paling spesial?. Yang paling merindu adalah Ketika adzan dikumandangkan suara itu bergetar menuju jantung hati sehingga membuat haru perasaan bahagia. Ya, disini (Beijing) kamu akan sulit mendengar suara adzan ketika waktunya sholat. Adzan yang dikumandangkan di waktu Jumat ini seraya angin bahagia menghempas kedalam jiwa. Atau seraya hujan yang mengguyur bumisetelah lama dilanda musim kemarau.

Masjid ini cukup besar, dilengkapi dengan tempat wudhu dan toilet yang bersih dan terawat. Juga penjaga yang ramah. Arsitektur khas China dan dilengkapi dengan kaligrafi ayat suci Al-Quran, membua tperasaan berkata bahwa ini adalah rumah Allah yang indah. Ketika kamu menginjakkan kaki di bagian dunia dan dinegara lain, insya Allah akan selalu ada tempat yang indah untuk bersujud bernama masjid. Apalagi Kabah, sebagai kiblat umat Islam yang paling dirindukan oleh seluruh umat manusia (semoga kita bisa kesana suatu saat nanti, amin.. doa untuk penulis dan pembaca).

Sholat Jumat dimulai Pukul. 13.30- 15.00 waktu Beijing (+8) dengan khotbah berbahasa China dan tentu saja dakwah mimbar yang mengacu pada Al-Quran dan Hadits. Sholat jumat berjalan dengan hikmat dan tenang. Melihat kita semua yang sholat disini dari berbagai macam suku,warna kulit dan tentu juga terlihat banyak perbedaan fiqih wudhu dan sholat semuanya saling menghargai (ber-Akhlaq) dan berdampingan menghadap Allah untuk bersujud bersama dalam satu masjid.

Dari semuaperbedaan yang secara fisik dan semuanya itu tadi, ketika sholat bersama semua terasa indah. Dan timbul rasa persaudaraan yang semakin kuat. Teman-teman dari Arab Saudi, Sudan, Pakistan, Malaysia, Libya dan sebagainya, dan tentu saja China terasa begitu dekat. Perasaan dan ukhuwah ini timbul karena kita mengedepankan nilai-nilai ketuhanan yang universal, yaitu tauhid bahwa Allah adalah tujuan hidup kita dan Nabi Muhammad sebagai sauri tauladan kita. Maka, cerminan kita sebagai hamba-Nya dan umat Nabi-Nya yang baik adalah mencerminkan nilai-nilainya. Islam, mengajarkan indahnya kedamaian dan cinta kasih. Bahkan semua agama di muka bumi ini mengajarkan kedamaian.

Setelah kami selesai sholat jumat, para jamaah keluar masjid dengan tertib dan tidak ada penitipan sandal atau sepatu. Tentu saja saling menebar senyum jika bertatapan. Inilah, indahnya Islam yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW. Tanpa memandang bahwa ada perbedaan secara teknis yang tidak bersifat fundamental, membuat kita harus menjaga jarak. Kita semua adalahumat-Nya yang baik. Bismillah..

Ya, pada intinya saya merindukan suara adzan yang berkumandang disetiap waktu sholat. Tapi rasa syukur tak terhingga dapat melaksanakan sholat berjamaah dengan semua hamba Allah yang sedang berjalan menuju Illahi. Setiap jiwa yang hidup, nantinya akan berhadapan dengan-Nya di pengadilan illahi sendiri-sendiri. Maka, indahnya persaudaraan yang tulus dan persaudaraan lillahi ta’ala. Iman itu dirasa. Ia tidak berkata tapi merasuk jiwa. Ia mampu dibicarakan tapi tak mampu dibagi-bagi. Ia adalah penempuhan jiwa, perasaan hati…

Jumat, 20 November 2015.

Juga di Kompasiana

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s