Reading List 2018 (Readed)

Pramoedya Ananta Toer-Anak Semua Bangsa

Dunia Anna-Jostein Gaarder

Autobiografi (Tribute to Chairil Anwar)-Melissa Sunjaya

Max Havelaar-Multatuli

Rentang Kisah-Gita Savitri

The Subtle art of not giving a F*ck-Mark Manson

Awe Inspiring us-Dewi N. Aisyah

33 Pesan Nabi(Komik Muslim)-vbi_djenggoten

Fantastic Beast and where to find them-JK.Rowling

Membumikan Alquran-Quraish Shihab

Tuhan Maha Cemburu-Emha Ainun Nadjib

Mohammad Hatta-Dr.Deliar Noer

Berfikir seperti Sherlock Holmes-Maria Kannikova

Explore 20 Kisah Perantau Ilmu-PPI Dunia

Kristalisasi Ideologi Muhammadiyah-Haedar Natsir

Catatan Seorang Demonstran-Soe Hok Gie

Capita Selekta-M.Natsir

Filsafat Pemikiran – Al-Farabi

Materi Perempuan di masa revolusi-Soekarno

Politik Identitas-Buya Syafii Maarif

Advertisements

I need You

Every things what I thought about You, were still in my mind.

I can’t expected any wishes beside You.

my own way, is ready to begun, follows Your instruction.

I am so grateful,

gratitude

and for goodness shake, thank you.

I don’t know anymore about care, I just knew You are the real one to care about me, about us.

still in my head, moreover You’re the real love, the real purposes, You’re the one.

I need you to guided me for passing trough the darkness of this world. I need You to found and find the true love.

I need You to know, that’s I need You,

more than any thing.

Diri yang hilang

Kenyataan, bahwa diri adalah hal yang paling di pedulikan dalam setiap pemikiran manusia secara individu. Bukannya egois atau individualistik, tapi nyatanya setiap manusia memang harus memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Tapi, apa yang terjadi jika ada seseorang yang selalu sibuk memikirkan orang lain? melihat orang lain adalah dirinya, sehingga ia lupa dan termanifest dalam diri orang lain?

Kita pada dasarnya, cenderung melihat orang akan dirinya pada konteks ke-kita-an. Sehingga semua orang harus menjadi diri yang kita mau. Setiap diri yang kehilangan dirinya akan seperti ini. Ia, akan sibuk memikirkan orang lain dan akhirnya berujung pada arogansi, egois dan fanatisme.

Tahukah kamu, para filsuf sebagian besar berpendapat bahwa diri manusia sejatinya memiliki titik yang disebut jati diri. Sejatinya, diri kita mempunyai identitas yang disebut juga originalitas karena tuhan menciptakan manusia dalam bingkai keseriusan, keunikan dan tentu anugerah yang tiada tara.

Jati diri yang hilang, akan selalu bercermin diluar diri. Begitu juga sebaliknya, jati diri yang ditemukan akan selalu bercermin pada diri sendiri, sehingga bisa berfokus pada kemajuan dan konsistensi diri untuk mengenal dirinya sendiri.

Beruntunglah, orang yang dapat menemukan dirinya dan akhirnya menjadi diri sendiri dan terus melakukan yang terbaik untuk masa depannya. Bahagialah dalam kehidupan, dan terus menjadi pribadi diri yang menemukan.

Kebanggaan Budaya | Korea, Seoul 2018

 

1. Korea selatan, negara penuh kejutan dan revolusi. Salah satunya, revolusi budaya yang sangat menjunjung tinggi nilai keluhuran dan akar budaya bangsa. Disamping mengedepankan modernisme dan historical values yang mudah dicerna. 

2. Tidak perlu berbahasa inggris, mereka bisa “menduniakan” budaya ke kancah internasional

3. Tak hanya mengedepankan “tampilan luar”, para pelaku revolusi budaya juga mengedepankan pendidikan sebagai titik tolak bangkitnya revolusi pemikiran para pelaku industri

4. Internasionalisasi nilai budaya bangsa juga tak luput dari support pemerintah yang sangat apik mengatur regulasi

5. Sebuah bangsa yang bangkit dari perang saudara dan sekarang maju dari berbagai aspek dan sektor. Terbukti, masyarakat korea lebih senang dengan budaya nya dan menciptakan trend.

6. Patut di contoh dari berbagai aspek. Walaupun sekarang, kita sudah ikut di “nina bobokan” bentuk-bentuk hiburan yang dapat menghabiskan banyak waktu penikmatnya. ex, movie, drama, k-pop dsb

7. Persahabatan Korea dan Indonesia pun semakin erat, ketika beberapa waktu lalu Indonesia menjadi inisiator pertemuan duta besar korea utara & selatan utk terus meningkatan hubungan & meningkatkan kerjasama yg dimediasi oleh Indonesia. Bahkan, penambagan kurikulum bhs Indonesia. 

8. Seru dan mengasyikkan bisa berkunjung ke suatu negara yg sangat digemari “apapun” sekarang oleh masyarakat muda Indonesia. Semoga kita tidak terlarut menjadi ‘penikmat’. Tetapi juga mencontoh dan bangga akan budaya bangsa dan mempromosikannya!

Terus Berjalan dan Melangkah

Pada prinsipnya hidup itu adalah berjalan, bukan diam. Einstein bilang “Hidup ini seperti naik sepeda, kau harus terus mengayuh agar tidak terjatuh”. Terdengar mudah, namun sangat menyakitkan dan menguras tenaga, bahkan harus mengalahkan nafsu dan pergi dari “zona nyaman”. Secepatnya, buatlah sebuah keputusan meski itu berat untuk terus berjalan, atau lebih memilih untuk diam ditempat dan terpenjara dengan keadaan. Semua harus ada pada posisinya, tidak bisa berada di tengah-tengah. Diam, atau bergerak. Tidak bisa diantara diam dan bergerak.

Tak ada catatan.

Kenyataannya, hidup harus terus berlanjut sampai kapanpun sebisanya. Hal yang paling di ingat adalah menjadi diri sendiri di masa mendatang karena keseringan lupa dan selalu merasa ingin menjadi orang lain. Bukan merasa exhausted ketika bingung bagaimana melanjutkan hidup. Tapi memang, seseorang perlu merenung sesekali dalam melanjutkan hidupnya.

Pencapaian, selalu saja meng-komparasi dengan orang lain, hingga akhirnya  tidak berfokus pada diri sendiri. Sebuah ilusi, hingga akhirnya yang terus meredam semangat dan passion positif sebuah energi kehidupan.

Kali ini, tidak ada catatan. Yang ada, hanyalah meneriakkan dan meng-encourage kepercayaan pada diri sendiri untuk menjadi diri sendiri. Hidup kadang menyakitkan, tapi mati lebih menyakitkan tanpa berusaha untuk hidup.

if you don’t have something you’ve never had, you have to do something you’ve never done.

Juli 2018, tentang kedewasaan, berani menghadapi dunia dan moving forward. Semesta, akan mendukungmu.

Menyukai-Nya

Ketika kita menyukai Tuhan dan merasa penasaran dengannya, pastinya kita akan mencari tahu lebih dalam tentangnya, menceritakannya dalam setiap waktu, bahkan memikirkannya setiap saat. Rasa suka terhadap Tuhan harus kita tanamkan terus dalam keseharian kita disetiap detik. Ia, Allah adalah pihak yang paling layak untuk dicintai, dimaknai dan dipikirkan setiap saat.

Adakah hal lain yang paling indah selain ini?