Kebanggaan Budaya | Korea, Seoul 2018

 

1. Korea selatan, negara penuh kejutan dan revolusi. Salah satunya, revolusi budaya yang sangat menjunjung tinggi nilai keluhuran dan akar budaya bangsa. Disamping mengedepankan modernisme dan historical values yang mudah dicerna. 

2. Tidak perlu berbahasa inggris, mereka bisa “menduniakan” budaya ke kancah internasional

3. Tak hanya mengedepankan “tampilan luar”, para pelaku revolusi budaya juga mengedepankan pendidikan sebagai titik tolak bangkitnya revolusi pemikiran para pelaku industri

4. Internasionalisasi nilai budaya bangsa juga tak luput dari support pemerintah yang sangat apik mengatur regulasi

5. Sebuah bangsa yang bangkit dari perang saudara dan sekarang maju dari berbagai aspek dan sektor. Terbukti, masyarakat korea lebih senang dengan budaya nya dan menciptakan trend.

6. Patut di contoh dari berbagai aspek. Walaupun sekarang, kita sudah ikut di “nina bobokan” bentuk-bentuk hiburan yang dapat menghabiskan banyak waktu penikmatnya. ex, movie, drama, k-pop dsb

7. Persahabatan Korea dan Indonesia pun semakin erat, ketika beberapa waktu lalu Indonesia menjadi inisiator pertemuan duta besar korea utara & selatan utk terus meningkatan hubungan & meningkatkan kerjasama yg dimediasi oleh Indonesia. Bahkan, penambagan kurikulum bhs Indonesia. 

8. Seru dan mengasyikkan bisa berkunjung ke suatu negara yg sangat digemari “apapun” sekarang oleh masyarakat muda Indonesia. Semoga kita tidak terlarut menjadi ‘penikmat’. Tetapi juga mencontoh dan bangga akan budaya bangsa dan mempromosikannya!

Advertisements

Terus Berjalan dan Melangkah

Pada prinsipnya hidup itu adalah berjalan, bukan diam. Einstein bilang “Hidup ini seperti naik sepeda, kau harus terus mengayuh agar tidak terjatuh”. Terdengar mudah, namun sangat menyakitkan dan menguras tenaga, bahkan harus mengalahkan nafsu dan pergi dari “zona nyaman”. Secepatnya, buatlah sebuah keputusan meski itu berat untuk terus berjalan, atau lebih memilih untuk diam ditempat dan terpenjara dengan keadaan. Semua harus ada pada posisinya, tidak bisa berada di tengah-tengah. Diam, atau bergerak. Tidak bisa diantara diam dan bergerak.

Tak ada catatan.

Kenyataannya, hidup harus terus berlanjut sampai kapanpun sebisanya. Hal yang paling di ingat adalah menjadi diri sendiri di masa mendatang karena keseringan lupa dan selalu merasa ingin menjadi orang lain. Bukan merasa exhausted ketika bingung bagaimana melanjutkan hidup. Tapi memang, seseorang perlu merenung sesekali dalam melanjutkan hidupnya.

Pencapaian, selalu saja meng-komparasi dengan orang lain, hingga akhirnya  tidak berfokus pada diri sendiri. Sebuah ilusi, hingga akhirnya yang terus meredam semangat dan passion positif sebuah energi kehidupan.

Kali ini, tidak ada catatan. Yang ada, hanyalah meneriakkan dan meng-encourage kepercayaan pada diri sendiri untuk menjadi diri sendiri. Hidup kadang menyakitkan, tapi mati lebih menyakitkan tanpa berusaha untuk hidup.

if you don’t have something you’ve never had, you have to do something you’ve never done.

Juli 2018, tentang kedewasaan, berani menghadapi dunia dan moving forward. Semesta, akan mendukungmu.

Menyukai-Nya

Ketika kita menyukai Tuhan dan merasa penasaran dengannya, pastinya kita akan mencari tahu lebih dalam tentangnya, menceritakannya dalam setiap waktu, bahkan memikirkannya setiap saat. Rasa suka terhadap Tuhan harus kita tanamkan terus dalam keseharian kita disetiap detik. Ia, Allah adalah pihak yang paling layak untuk dicintai, dimaknai dan dipikirkan setiap saat.

Adakah hal lain yang paling indah selain ini?

PPI Tiongkok 2018

Menjadi bagian dari pergerakan mahasiswa di luar negeri, adalah suatu momentum tak pernah terbayangkan dalam hidup saya sejauh rencana berpikir dan imajinasi terbayang. Namun, setiap manusia diberikan akal yang sama untuk belajar dan berproses. Pada akhirnya, saya berada pada titik ini. Dimana, sekumpulan anak muda yang punya pemikiran berbeda namun satu tujuan, untuk bersama berkolaborasi, berkontribusi demi menciptakan inspirasi bagi Indonesia.

Sejarah akan mencatat, bukan siapa yang telah hidup nyaman. Tapi, siapa yang mau berani berbuat untuk yang lain, disaat yang lain telah nyaman dengan keadaan demi kebaikan dan kemajuan.

Indonesia, adalah sekumpulan warga bangsa yang bersatu padu untuk bangkit dan belajar sampai saatnya waktu telah tiba untuk kita kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

PPI Tiongkok 2018-2019

Bertemu Pak Menteri

Menjadi mahasiswa Indonesia yang belajar dan merantau jauh dari kampung halaman, adalah kesempatan baik yang perlu disyukuri. Sebagai pembelajar, seharusnya dimanapun kapanpun dan kepada siapapun adalah tempat untuk belajar. Tak heran, persepsi ini menjadikan para pembelajar Indonesia berangkat ke berbagai negara untuk belajar yang tak hanya belajar ilmu spesialisasi tapi juga hal lain yang bisa ditiru.

Tak halnya juga, bagi saya yang sedang belajar tentang hal baik apapun di negeri tirai bambu. Kesempatan pelajaran yang saya dapatkan pada kali ini adalah bertemu dengan Menteri Riset dan Teknologi serta Pendidikan Tinggi, Prof. M Nasir. Ya, serasa luar biasa jika disikapinya luar biasa, begitu juga sebaliknya. Bagi saya, ini adalah keistimewaan, karena saya dapat bertatapan dan berbicara langsung dengan beliau.

Pesan yang sangat mendalam bagi saya, kata beliau “Cepat lulus dan balik ke Indonesia”, jawab saya, “siap pak!” 🙂