Tentang melanjutkan cita-cita Bangsa

Para pahlawan, para pendiri bangsa, para generasi emas anak bangsa, telah mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan. Mereka, berkorban atas semua hal dalam dirinya, menjauhi kesenangan dan kenikmatan dunia, untuk kehidupan yang lebih baik bagi generasinya di masa mendatang. Bagi beliau-beliau, tugas mereka sudahlah selesai. Saatnya, anak bangsa hari ini, tak lagi mengeluh dan nyaman dalam kehidupan dan terlena dalam pusaran serta gempuran zaman.

Saatnya merawat, bukan lagi menghujat. Saatnya berbagi bukan lagi hanya ingin unjuk gigi. Saatnya ber-empati bukan lagi mencari upeti.

Indonesia, adalah kaya dengan bangunan mental dan sumber daya alam. Namun, ini semua takkan bisa bertahan jika pembangunan mental bangsa selalu saja terhambat oleh budaya dan mental takut miskin bukan takut menjadi bodoh. Kita diserang atas paradigma berfikir yang hedonis dan tidak realistik. Bayangkan, jika semua orang berfikir bahwa kepentingan pribadi dan sanak saudara adalah hal yang utama, bagaimana kepedulian atas nama kemanusiaan mampu menjadi hal yang perlu di junjung tinggi. Akankah, imperalisme dan kolonialisme model baru masuk kedalam sanubari rakyat Indonesia dengan cara yang sangat halus ini, dan kita tak disadari?

Inilah saatnya, kita bersatu menyongsong kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang, menjadi pribadi yang jujur dan disiplin dan teguh pada pendirian. Hilangkan sifat keangkuhan dan berfokus pada hal penting. Bangsa yang besar, harus punya mimpi besar. Pribadi yang besar, harus punya mimpi besar dan tentu berhati lapang. Karena Indonesia terlalu besar untuk mempermasalahkan hal yang tidak penting dan tidak pada porsinya untuk didebatkan, diperebutkan dan di sengketa-kan.
Hidup, terlalu singkat untuk menghujat, bermuka masam dan adu kekuatan. Mari adu gagasan, adu pemikiran dan adu kreativitas.

“Karena hidup bukanlah diam, hidup adalah bergerak!” – Tan Malaka

Diri yang masih belajar, dan haus akan ilmu.
23 Januari 2018
16.17

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.