Diri yang hilang

Kenyataan, bahwa diri adalah hal yang paling di pedulikan dalam setiap pemikiran manusia secara individu. Bukannya egois atau individualistik, tapi nyatanya setiap manusia memang harus memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Tapi, apa yang terjadi jika ada seseorang yang selalu sibuk memikirkan orang lain? melihat orang lain adalah dirinya, sehingga ia lupa dan termanifest dalam diri orang lain?

Kita pada dasarnya, cenderung melihat orang akan dirinya pada konteks ke-kita-an. Sehingga semua orang harus menjadi diri yang kita mau. Setiap diri yang kehilangan dirinya akan seperti ini. Ia, akan sibuk memikirkan orang lain dan akhirnya berujung pada arogansi, egois dan fanatisme.

Tahukah kamu, para filsuf sebagian besar berpendapat bahwa diri manusia sejatinya memiliki titik yang disebut jati diri. Sejatinya, diri kita mempunyai identitas yang disebut juga originalitas karena tuhan menciptakan manusia dalam bingkai keseriusan, keunikan dan tentu anugerah yang tiada tara.

Jati diri yang hilang, akan selalu bercermin diluar diri. Begitu juga sebaliknya, jati diri yang ditemukan akan selalu bercermin pada diri sendiri, sehingga bisa berfokus pada kemajuan dan konsistensi diri untuk mengenal dirinya sendiri.

Beruntunglah, orang yang dapat menemukan dirinya dan akhirnya menjadi diri sendiri dan terus melakukan yang terbaik untuk masa depannya. Bahagialah dalam kehidupan, dan terus menjadi pribadi diri yang menemukan.

Advertisements