Rasaku, Winter 2018

Bagaimana aku tenang,
ketika hatiku tidak disini.
Bagaimana aku bisa,
ketika kekuatanku tidak disini.
Bagaimana aku hidup,
ketika nyawaku tidak disini.

Kulari, kuterjatuh, kubangkit dan kumelangkah
rasa itu selalu saja ada disisiku, disampingku, didepan dan dibelakangku, dihati juga pikiranku.
inginkah kamu, membenarkan letak kemejaku
inginkah kamu, membenarkan letak peci dan sarungku disetiap waktu sholat
inginkah kamu, satu saf dibelakangku disetiap sujudku
inginkah kamu, membuatku tersenyum dikala ku menangis
inginkah kamu, menjadi teman dunia dan akhiratku
ternyata hati, kekuatan dan nyawaku,
ada di cintamu.

aku jatuh, sejatuh jatuhnya.
Ternyata, cintaku, (bukan) aku yang jatuhkan,
Dia,
pengendali rasa yang telah menjatuhkannya padamu.
Dan kamu, ada dalam rasa itu. Doa kita, telah bertemu dilangit.
Rasaku, akan selalu di rasa.

Beijing, 22 Maret 2018
21.40

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s