Beruntunglah

Beruntunglah,
bagi orang-orang yang masih merasakan dunia dan isinya lalu bisa mengenalnya
Kita tak pernah tahu bahwa,
lisan, adalah perangkai dunia yang akan bisa menjadi pedang, menjadikan perkataan adalah cerminan.
Pengelihatan, akan menjadi persepsi.
Sikap, akan menjadi sebuah monumen yang bernama jati diri.

Beruntunglah,
bahwa Tuhan, tak melepaskan kita ke hutan belantara bernama kebodohan tanpa indera.
Tapi ternyata, rasa dan cinta adalah sebuah anugerah yang lebih mendominasi untuk menjadi pengarti dari sebuah kata makna.
Hancurlah kebodohan dari makna yang sudah selesai, telah diresapi oleh rasa dan dicermin oleh indera.

Dunia dan manusia,
rukunlah berdampingan, menuju keabadian.
Beruntunglah,
yang menjaga “pemberian” untuk dipersembahkan kepada maha kasih. Bukan, untuk dimiliki tanpa belas kasih.
Syair-ku, tak lepas dari Sang Maha, karena semua isi rasa-ku, ada pada-Nya.
Beruntunglah.

Beijing, Ruang Kelas 15.45

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s