Bandara, Tangga, Daun

Bandara
Bandara, adalah pertemuan antara langit dan daratan yang membentang jauh. Bisa dikatakan antara kampung halaman, antara perantauan. Terkadang mata memandang jauh dari luar rumah, ataupun dari berbagai tempat yang begitu jauh dari pandangan mata para penghuni tanah air. Aku rindukan bandara atas nama semua bandara dunia, untuk ku sambangi. Lalu, bandara selanjutnya adalah pertemuan antara kehidupan dan kematian. Lalu, kupijakkan negeri baru bernama negeri akhirat.

Tangga
Tangga, Selalu saja kumerasa lelah untuk melangkah keatas ketika menaiki “tangga”. Ketika tangga sudah kupijakkan dari anak tangga pertama hingga seterusnya, aku merasa mudah atas apa yang sudah dipijak, namun tak lama kembali jenuh dan merasa lelah. Namun, untuk turun kembali ke bawah, sangatlah mudah bahkan tak perlu energi sedikitpun. Tangga, dan anak tangga, sudikah kau terus kunaikkan dengan membantuku atas optimisnya rasa ingin menaiki, bukan menuruni.

Daun
Daun, tak pernah lelah dirimu jatuh karena angin. Kau terombang-ambing oleh keangkuhan dan ke-jumawa-annya. Namun, aku belajar dari mu sehelai daun. Kau begitu ikhlas menjalani hidup dan mengikuti “alur” kehendak-Nya. Hingga, kau kembali dihidupkan pada kehidupan yang lain. Berdzikir terus dirimu atas nama Tuhan yang menciptakan.

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s