Merajut Asa

Rintihan rindu memang instrumen paling sendu bagi jiwa-jiwa yang menunggu.

Pasukanair yang menghantam bumi selalu mampu menjadi melodi indah penggiring kenangan, menyeruak keluar dari sarangnya.

Mencipta kegaduhan tanpa irama, namun penuh dinamika.

Rindu, tetap alunkan saja nada indahnya, meski ritme jantungmu sesekali tak beraturan.

Mendengar dering ponselku yang ternyata bukan dirimu.

Bolehlah goresan sedikit tinta berwarna, jangan terlalu cair, jangan terlalu pekat, nanti merekat. Sebab menanti tak boleh lama-lama, nanti terjerat.

Gelap terangnya mari seimbangkan. Agar tak terlalu suram juga terlalu menyilaukan. Karena menanti perlu sesuatu yang menentramkan.

Kepercayaan kala gelap, ketenangan dikala terang, keteguhan didalam keabu-abuan.

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s