Tentang Revolusi #1

Revolusi Hari ini dan Sekarang, Apa Bedanya?

Baiklah, kita mulai tentang perhelatan diri yang ilusi. Terkadang bahkan sering, rasa mengeluh itu terus menggerogoti semangat yang sebenarnya dominan didalam diri. Ilusi diri ini sementara, akibat dari rasa mengeluh yang kita biarkan menang didalam diri kita. Namun terkadang kita sering mengalah bahkan sengaja mengalah.

Lalu, mau kita biarkan rasa mengeluh itu menjadi kerak yang berujung pada seringnya dan sibuk mengurus kejelekan, kepentingan dan bahkan urusan orang lain?. Hingga akhirnya, kita menjadi orang yang hanya banyak bicara, dan parahnya lagi dapat berujung pada kebodohan.

Dulu, para pahlawan kita melawan para penjajah sebagai musuh yang jelas-jelas nyata dihadapannya. Sekarang? Kita sedang mengalami peperangan hebat tentang diri kita. Ya, kita sedang berperang dengan musuh yang tidak terlihat, musuh itu adalah diri kita. Baik, kita mulai tentang sebuah kata yang disebut Revolusi!

Revolusi ini tidak main-main, dia akan berjalan mulus seperti halnya jika pengendara mobil yang bernama “jiwa”, mampu mengendarai “mobil” tubuh kita ini untuk berjalan menuju revolusi. Bangkit melawan “zona nyaman”.

Media Sosial dan Gerakan Intelektual, Mana yang Mendominasi?

Sebagai contoh, tentang penggunaan teknologi informasi. Fenomena ber-komentar negatif, users oriented ditengah arus globalisasi dan teknologi, membuat  kita yang hanya sibuk sebagai pengguna di situs-situs media social saja setiap harinya, yang mungkin satu orang dapat mempunyai akun socmed lebih dari 5 bahkan 10!

Ini semua harus  kita sikapi dengan cara yang tidak biasa. Perlakuan dan sikap kita baik offline maupun online, baik di dunia nyata atau di dunia maya. Secara subjektif dan perspektif saya, semua itu terlalu banyak kepentingan pribadi dan jauh dari hal-hal yang menggambarkan ketidak ‘apa adanya’seseorang, selalu menghiasi timeline di platform-platform tersebut setiap harinya. ‘your social media, it is your personality images?’ . Rindu dengan text message (sms) atau phone call? atau hanya sekedar menyapa by email? me too!

Revolusi yang berujung atas nama perubahan harus kita mulai. Demi kebaikan kedepan. Media sosial, membaca buku? mana yang lebih kita pilih? Revolusi? ah, kalau begini terus rasanya masih jauh… 😦 #Refleksi

Optimis?

Bersambung,

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s