Untuk dirinya, aku berterima kasih

Terima kasih untuk senyum yang kau berikan

Dunia begitu dingin tanpa dirimu

 

Terima kasih untuk segala kehangatan yang kau lakukan

Dunia begitu hampa tanpa dirimu

 

Terima kasih untuk pengertian yang kau usahakan

Dunia begitu tak dikenal tanpa dirimu

 

Terima kasih untuk doa yang kau panjatkan

Dunia begitu gelap tanpa dirimu

 

Terima kasih atas segalanya,

Atas saling berdoa dan menunggu…

 

Dunia, adalah kamu, aku dan pencipta kita.

 

Place; Beijing, 6.59 PM

Music background on poem; When you are near-Marion Grace

 

 

 

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s