Menghitung Bintang

Suatu ketika di langit malam

Kulihat jendela memanggilku untuk mendekatinya

Jendela itu terbuka hingga mataku

Terpaku ke langit malam yang dalam

 

Ketika itu, langit bilang padaku

“hitunglah bintang, lalu tanyakan ke hatimu

Apakah salah satu bintang itu bersinar pada matamu?”

 

Aku seketika menjawab,

Bintang yang kuhitung begitu banyak,

Bagaimana aku menghitung bintang tanpa memulainya dengan melihatmu, langit

 

Langit, ternyata kau begitu ikhlas

Membiarkanku menghitung bintang

Padahal bintang terlukis dibalikmu

Terlihat setelahmu

 

Setelah malam itu,

Langit tak lagi mempertanyakan bintang

Dan menyuruhku menghitung bintang

 

Langit, memintaku untuk tersenyum

Kapanpun dan di belahan dunia manapun

Biru atau hitam, langit akan selalu ada disetiap ku berpijak.

 

Langit, akan selalu menemani disetiap langkah

“memayungi” diri dalam dilema dan pencarian

Siapakah diriku, sebenarnya…

Advertisements

Hari ini, aku telah berubah

Tentukan langkahmu,

rapihkan kembali kerah bajumu.

 

ikat kembali dengan kencang tali sepatumu,

dan berlarilah.

 

tinggalkan semua kenangan,

namun jangan kau lupakan.

 

rajut mimpi baru,

tentukan rasa dan kejujuranmu.

 

kita mulai hari ini,

bahwa diriku, telah berubah.

 

Hari ini, diriku telah berubah. Thanks for the honesty…

Untuk dirinya, aku berterima kasih

Terima kasih untuk senyum yang kau berikan

Dunia begitu dingin tanpa dirimu

 

Terima kasih untuk segala kehangatan yang kau lakukan

Dunia begitu hampa tanpa dirimu

 

Terima kasih untuk pengertian yang kau usahakan

Dunia begitu tak dikenal tanpa dirimu

 

Terima kasih untuk doa yang kau panjatkan

Dunia begitu gelap tanpa dirimu

 

Terima kasih atas segalanya,

Atas saling berdoa dan menunggu…

 

Dunia, adalah kamu, aku dan pencipta kita.

 

Place; Beijing, 6.59 PM

Music background on poem; When you are near-Marion Grace