Masih adakah kita? Hampa?!

Ini suatu hari yang tak biasa
Disaat jiwa tak lagi terasa oleh luka

Hati begitu merasa
Namun semua adalah dilema

Lembaran jiwa tak bisa dihapuskan
Tapi bisa dilukiskan oleh tinta kehidupan

Apakah lanjutkan?
Atau berhenti merasa?

Tanyakan saja pada awan yang telah pergi
Atau sekarang,
Saat daun-daun dipepohonan berjatuhan kala musim berganti

Kabut tipispun turun, dikala hujan kecil yang konsisten turun ke bumi, di iringi salju berwarna putih
Serasa dunia adalah hitam dan putih

Masih adakah kita?
Masih adakah dunia?

Seraya berkata,
Dimana lagi dunia dengan perhiasan gemerlapnya
Sudah tak kudengar lagi hingar bingarnya

Dunia, inikah dirimu?

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s