Sejarah yang menjadi Jiwa, atau Peristiwa yang Tinggal sejarah?

Pandangan Sedikit dan Sederhana, Refleksi Sumpah Pemuda 2016

 

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

 

Setiap tahun rakyat Indonesia selalu memperingati hari sumpah pemuda sebagai hari yang bersejarah. Namun setiap momen tersebut di bulan oktober apakah hanya sebatas momentum yang menjadi identitas bangsa Indonesia yang terangkum di setiap kata demi kata isi dari sumpah pemuda atau hanya sebatas peringatan memorial saja. Seperti halnya kemerdekaan, sumpah pemuda malah sudah lebih lama terjadi dan “satu anak tangga” dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Ini menandakan bahwa Indonesia sebenarnya sudah merdeka secara jiwa nya. Kenapa? Seperti halnya Filsuf Rumi mengatakan “Jadilah kamu jiwa-jiwa yang merdeka” atau bahkan Soe Hok Gie “Saya memilih menjadi manusia yang merdeka”.

Sumpah pemuda, dapat dikatakan sebagai jiwa Indonesia, sebelum punya fisik yang kuat (kemerdekaan), jiwa kitapun harus kuat. Dan sumpah pemuda adalah jiwa yang harus kita punyai, yang nantinya sumpah pemuda tersebut tercermin dalam falsafah pancasila kita. Sebagai bangsa yang satu, tanah air yang satu dan bahasa yang satu, ini memberikan sebuah filosofi yang mendalam dari para pahlawan kita bahwa sebenarnya mereka ingin suatu saat nanti bangsa Indonesia dapat berdiri di kaki sendiri dan memegang teguh didalam diri bahwa “kita satu dari bangsa, tanah air dan bahasa yang satu” maka saling bergotong royonglah untuk mengisi kemerdekaan, mengisi hari-hari kita sebagai jiwa Indonesia untuk mewujudkan tujuan dari kemerdekaan yang termaktub dalam pancasila dan UUD 45.

Semua itu,tak lepas dari peranan mahasiswa dan para pemuda untuk mencapai tujuan kemerdekaan. Seperti kata  Gusippe Mazzini “suatu bangsa tidak akan maju, ketika para pemuda-pemudinya hanya sibuk bersantai dan bersukaria. Bung Karno pun berpesan “10 Pemuda pun pasti akan mengguncang dunia” pemuda yang bagaimana? Pastinya bukan pemuda yang hanya sibuk senang-senang dan apatis terhadap lingkungan. Pastinya pemuda yang mau merubah bangsanya dengan mau merubah diri sendiri. Konsepnya sederhana, ketika Sumpah pemuda adalah semangat dan “jiwa Indonesia” tak mungkin kita bisa mengejawantahkan dan mempertahankan sumpah tanpa bergerak, tanpa berjuang dan belajar. Karena isi sumpah, maka sumpah harus dipegang sampai titik  darah penghabisan. Sampai mati, tubuh berkalang tanah. Rasulullah pun mencontohkan bahwa menjadi Insan yang baik dimuka bumi adalah insan yang dapat memegang janjinya (sumpahnya) yaitu menjauhkan diri dari sifat kemunafikan, pengkhianatan.

Ya, jangan-jangan ketika kita semua rakyat Indonesia “menodai” nilai-nilai sumpah pemuda Indonesia 1928, kita telah mengkhianati sumpah, yang berujung dan berefek pada kemunduran perjalanan bangsa kita. Kemunduran demokrasi, kemunduran semangat, kemunduran persatuan dan kesatuan kita. Evaluasinya, menjadi jiwa-nya sumpah pemuda adalah memegang teguh isi sehingga menjadi jiwa. Jauh dari korupsi, kolusi, nepotisme yang sebenarnya musuh kita yang sebenarnya!

 

Kita bangun Indonesia, dimulai dari diri sendiri, dari jiwa kita, dari sumpah kita.

Berharap dan berjuang atas nama bangsa Indonesia, bahwa kita anak bangsa optimis bisa menjadi bangsa yang adil, makmur dan sejahtera.

28 Oktober 1928, Jiwa raga kami Bumi Pertiwi…

 

“Kami tak ingin kalian punya nasib yang sama, tapi setidaknya kalian punya keberanian yang sama. Keberanian untuk berkorban dan bersatu dalam perjuangan, bersatu-bergerak-melawan!” Indonesia Menggugat-Ir.Soekarno (Pidato 1965)

 

Beijing, 16 Oktober 2016

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

One thought on “Sejarah yang menjadi Jiwa, atau Peristiwa yang Tinggal sejarah?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s