Perjalanan

Menyisakan jejak langkah yang begitu sepi.
Lelah, tangis dan tawa adalah bagian diri yang hilang diterpa angin.
Bumi manusia, kenapa kau begitu mendayu.
Membuatku terus terpijak pada kaki yang terbujur layu.

Diri ini, mencoba lepas dari dunia ilusi.
Pilu, rindu dan amarah terasa begitu hampa tanpa deru angin kesabaran.
Rasanya, hati ini terpaut pada bumi pertiwi.

Jejak kisah seorang pekerja langit.
Namun tentara lebih baik dari pada penunggu kemenangan.

Pejuang, berhentilah merengek menangis.
Berhentilah terdiam dan bersedih, dunia takkan lupa akan kesedihan.

Namun, akhirat lebih dirindukan dibanding sebongkah emas.
Pelajar, perantau, diri!

Larilah, walau kau berhenti sejenak dan menundukkan kepala.

Lanjutkan…

Untukmu, Ayah
#LangitIndonesia #Flightto #KualaLumpur #Beijing

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s