Puisi untuk Ayah

Kenapa waktu begitu cepat berlalu

Meninggalkan cerita dikala dunia sedang berbisik seru

Melepaskan kerinduan

Dikala sang anak sudah kau lepaskan untuk mencari keridoan

 

Langit terasa hampa

Bumi sudah lagi tak terpijak oleh jiwa

Akal semakin berguncang

 

Aku mencoba mengikhlaskan

Ketika hati, akal, dan emosi jiwa bersatu padu menahan

Namun aku tahu bahwa dunia bukanlah akhir

 

Betapa indahnya kau bagiku

Betapa cintanya kau bagi kami

Kau sudah bertemu dengan sang pencipta illahi

Tinggal kami seorang diri

Yang sedang mencari jalan jalan sang cinta sejati

 

Ayah,

Kau wariskan kami sesuatu yang tak ternilai

Kau wariskan kami sesuatu yang tak terbayar

Itu adalah cinta dan Islam

Karenamu, aku kenal kepada Allah SWT

Karenamu aku kenal Rasulullah sang revolusioner sejati

 

Karenamu, Ayah, Ibu ..

aku akan hidup dalam darah dagingmu

Terima kasih atas semua yang kau berikan

Senyum tawamu,

Amarahmu,

Adalah semangat hidupku untuk bangkit

 

Bahwa hidup adalah berjuang melawan dunia

Berjuang dari melepaskan diri dari nafsu jahat nan kejam bernama ego diri

Kau kenalkan, rekatkan, cintakan aku pada keluarga terbaik..

Terima kasih,

Ayah.

 

Filipina 13 September 2016

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s