Langitnya Makna | Filipina 2016

Saya tidak mengeri arti dari sebuah perjalanan. Setelah berproses dan merenung, ternyata arti dari sebuah perjalanan adalah singgah sejenak dan melanjutkan terus hingga akhir. Sampai, akhirnya dunia tak lagi mendukung dan fase selanjutnya menjadi awal.

Filipina dan langitnya, adalah saksi tentang “Pemaknaan” dari arti kata sebuah perjalanan. Keyakinan kita pada sebuah mimpi takkan berhenti hingga kita mati berkalang tanah. Pastikan, kita mengenal siapakah Maha Cinta yang sebenarnya.

Perjalanan menuju Filipina, Foto dari jendela.

Maknanya, Langitnya saja. Ya “Langit”.

Filipina, Manila 2016

Advertisements

Perjalanan

Menyisakan jejak langkah yang begitu sepi.
Lelah, tangis dan tawa adalah bagian diri yang hilang diterpa angin.
Bumi manusia, kenapa kau begitu mendayu.
Membuatku terus terpijak pada kaki yang terbujur layu.

Diri ini, mencoba lepas dari dunia ilusi.
Pilu, rindu dan amarah terasa begitu hampa tanpa deru angin kesabaran.
Rasanya, hati ini terpaut pada bumi pertiwi.

Jejak kisah seorang pekerja langit.
Namun tentara lebih baik dari pada penunggu kemenangan.

Pejuang, berhentilah merengek menangis.
Berhentilah terdiam dan bersedih, dunia takkan lupa akan kesedihan.

Namun, akhirat lebih dirindukan dibanding sebongkah emas.
Pelajar, perantau, diri!

Larilah, walau kau berhenti sejenak dan menundukkan kepala.

Lanjutkan…

Untukmu, Ayah
#LangitIndonesia #Flightto #KualaLumpur #Beijing

Puisi untuk Ayah

Kenapa waktu begitu cepat berlalu

Meninggalkan cerita dikala dunia sedang berbisik seru

Melepaskan kerinduan

Dikala sang anak sudah kau lepaskan untuk mencari keridoan

 

Langit terasa hampa

Bumi sudah lagi tak terpijak oleh jiwa

Akal semakin berguncang

 

Aku mencoba mengikhlaskan

Ketika hati, akal, dan emosi jiwa bersatu padu menahan

Namun aku tahu bahwa dunia bukanlah akhir

 

Betapa indahnya kau bagiku

Betapa cintanya kau bagi kami

Kau sudah bertemu dengan sang pencipta illahi

Tinggal kami seorang diri

Yang sedang mencari jalan jalan sang cinta sejati

 

Ayah,

Kau wariskan kami sesuatu yang tak ternilai

Kau wariskan kami sesuatu yang tak terbayar

Itu adalah cinta dan Islam

Karenamu, aku kenal kepada Allah SWT

Karenamu aku kenal Rasulullah sang revolusioner sejati

 

Karenamu, Ayah, Ibu ..

aku akan hidup dalam darah dagingmu

Terima kasih atas semua yang kau berikan

Senyum tawamu,

Amarahmu,

Adalah semangat hidupku untuk bangkit

 

Bahwa hidup adalah berjuang melawan dunia

Berjuang dari melepaskan diri dari nafsu jahat nan kejam bernama ego diri

Kau kenalkan, rekatkan, cintakan aku pada keluarga terbaik..

Terima kasih,

Ayah.

 

Filipina 13 September 2016