Pendidikan?

Pendidikan

Pendidikan boleh diartikan sebagai proses mencari tahu sesuatu yang tadinya belum tahu menjadi tahu (Socrates). Atau, pendidikan boleh diartikan sebagai memaksimalkan fungsi akal untuk berproses menghasilkan sesuatu yang akan diketahui dengan pengetahuan dan hikmah (Ibn Sina).

Mandat Al-Quran untuk Belajar

Al-Quran sebagai firman Allah SWT yang mutlak dikerjakan, mengajak umat manusia untuk mengawali hidupnya “bacalah!” Yang diartikan juga sebagai belajar adalah makna dari hidup. Baca sangat erat kaitannya dengan belajar. Barang siapa yang ingin menjadikan belajar sebagai perjalanan hidupnya, maka dia telah mengikuti perintah Allah kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril.

Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya

Seperti yang dikatakan filsuf Islam Mulla Shadra, Ikhwan Al-Shafa dan Al-Farabi, bahwa perbedaan manusia dan hewan adalah akalnya. Bahkan, kata beliau manusia adalah hewan yang berakal. Namun, pada proses yang berjalan. Manusia memiliki 2 potensi. 1 potensi insan kamil, 1 potensi binatang dan eksistensi dibawahnya. Maka, jika manusia ingin dikatakan manusia maka ia wajib memaksimalkan fungsi akalnya dengan memiliki “gairah” belajar yang tinggi.

Memberi makanan ruh

Secara tidak sadar, sebenarnya ketika kita sedang belajar, kita sedang memberikan ruh kita makanan langit. Artinya, ilmu itu adalah makanan ruh. Jika kita hanya memberikan makanan hanya untuk fisik dan sibuk memperhatikan fisik kita saja, bisa jadi ruh kita yang sudah lama tidak diberi “nutrisi” akan lemah bahkan mati.

Belajar bukan hanya di lembaga formal

Banyak yang beranggapan, mungkin kita, memahami belajar atau pendidikan hanya sebatas pada formal dari bangku sekolah bahkan sampai kuliah. Padahal, kalau meminjam istilahnya Plato, the university of life itu sebenarnya ketika kita sedang ada di masyarakat. Yang artinya, belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Ruang terbuka diskusi dan kajian bisa dilakukan dimana saja.

Belajar, Pendidikan kuncinya adalah Buku.

Ya, jika belajar adalah jalannya hidup ini, maka proses pendidikan harus dimulai dari buku dimana kata kerjanya adalah baca (Iqra) baca juga tidak hanya diartikan membaca secara literasi, tetapi membaca juga secara universal. Membaca ayat kauniyah dan kauliyah-Nya dengan hikmah. Maka, salah satu kuncinya adalah generasi kita semua harus (mulai/lagi/semakin) dekat dengan buku.

Saling berbagi ilmu

Ketika kita sudah merasa belajar dari masing-masing kita, maka akan timbul rasa saling belajar. Karena ilmu, terlalu luas untuk di simpan sendiri. Semakin banyak kita berbagi ilmu, semakin bertambah pula ilmu kita. Mari berbagi atas apa yang kita punya walaupun itu sedikit. Jika salah? Belajar adalah sebuah proses. Yang pernah salah berarti sedang dalam proses belajar. Belajar adalah hak dan kewajiban bagi setiap orang. Belajar adalah kita saling nasihat menasihati dalam kebaikan.

Pendidikan, Adalah Hak Bagi Setiap Warga Negara RI (UUD’45)
Beijing, 2 Mei 2016

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s