Mahasiswa, Parlemen Jalanan

Kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah (18/11) sebesar 2000,- telah menuai banyak kontra dan pro dari berbagai lapisan masyarakat.

Keluarga Mahasiswa UHAMKA pada (19/11) turun aksi dengan memblokade sepanjang jalan Pasar Rebo-Kp.Rambutan Jakarta Timur, menuntut kenaikan harga BBM harus ditinjau ulang dengan melihat dari berbagai aspek. Pemerintah menaikkan harga BBM juga tidak tepat pada kondisi saat ini. Kenaikan harga BBM tentu saja dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat lapisan menengah kebawah. Kenaikan harga BBM yang mengakibatkan harga bahan pokok makanan, sembako dan tentu saja transportasi publik dirasa tidak sesuai dengan kemampuan rakyat yang dapat mengganggu pendapatan serta kecukupan kebutuhan hidup.

Pemerintah seharusnya memperkuat sektor infrastruktur dan kebijakan penggunaan subsidi BBM yang tepat sesuai dengan kemampuan rakyat Indonesia dan terutama memikirkan nasib rakyat yang seharusnya menggunakan subsidi tersebut. Pemerintah juga harus melihat secara cermat permasalahan dan pengawasan serta pengelolaan Migas di Indonesia, dengan cara merevisi Undang-undang dan menetapkan harga untuk BBM sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 sesuai dengan hak dan berpihak kepada rakyat secara luas.

Maka dari itu, Mahasiswa UHAMKA menuntut  agar pemerintah, memberantas Mafia Migas secara cepat dan tegas dan Nasionalisasikan Aset Indonesia yang dikelola Asing serta merevisi Kebijakan Pemerintah yang pro terhadap asing demi terwujudnya “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

IMG-20141119-01673

_MG_9922