Wahai Pemimpin Baru

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu kami sudah lelah dibohongi

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu kami sudah jenuh dikhianati

Wahai pemimpin baru

Kami sudah tahu kami muak dengan bualan janji

Wahai pemimpin baru

Kami sudah tahu kami tak percaya dengan retorika penuh angan

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu kami tak bisa dikibul dengan emosi jiwa penuh akting

 

Wahai pemimpin baru

Kau tahu Indonesia sudah lama merdeka

Wahai pemimpin baru

Kau tahu Indonesia sudah lama “berdiri”

Wahai pemimpin baru

Kau tahu Indonesia sudah lama “bangkit”

 

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu banyak rakyat yang menangis belum makan seharian

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu banyak anak-anak yang belum mengenyam pendidikan

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu bahan makanan pokok berharga tinggi

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu bahwa kami lemah tak berdaya

 

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu petani, buruh dan nelayan tidak sejahtera

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu guru-guru kurang sejahtera

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu dokter, pekerja kasar dan professional Indonesia kurang dihargai

 

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu Indonesia negeri yang indah

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu Indonesia penduduknya rindu kedamaian

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu Indonesia kekayaan alamnya yang begitu melimpah

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu keberagaman suku, budaya, agama dan etnis di Indonesia

Wahai pemimpin baru

Kau sudah tahu Indonesia penuh dengan warna

 

Wahai pemimpin baru

Jangan kau tega dengan kami

Wahai pemimpin baru

Jangan kau menjadi manusia yang tak balas budi

Wahai pemimpin baru

Jangan kau menjadi para pendusta yang berakhir bertitel “koruptor”

Wahai pemimpin baru

Jangan kau tipu kami seperti orang-orang yang tidak bertanggung jawab

 

Wahai pemimpin baru

Ada harapan baru dari kami padamu

Wahai pemimpin baru

Kami rindu padamu yang amanah

Wahai pemimpin baru

Dengarkan suara hati kami

Wahai pemimpin baru

Kami ingin anda berjuang setulus hati

Wahai pemimpin baru

Kami ingin anda tuntaskan habis orang-orang yang tidak berhati manusia ada di pemerintahanmu

Wahai pemimpin baru

Kami ingin anda berani menegakkan keadilan hukum dan konstitusi

Wahai pemimpin baru

Tegakkan UUD’1945 dan Pancasila

Wahai pemimpin baru

Kami ingin kau baik, dermawan, rendah hati dan kaya iman

 

Wahai pemimpin baru

Kami ingin jagalah Indonesia untuk generasi yang akan datang nanti

Wahai pemimpin baru

Teruslah bekerja maka kami akan mendukungmu

Wahai pemimpin baru

Teruslah optimis, niscaya kami ada di”belakang”mu

Wahai pemimpin baru

Teruslah ingat air mata disetiap jiwa raga rakyatmu

Wahai pemimpin baru

Kami tak bisa apa-apa tanpa dirimu yang baik hati

 

Wahai pemimpin baru

Kau pasti sama dengan kami

Merindukan damainya Indonesia yang ketika pagi banyak burung berkicau diatas air terjun indah dan pepohonan yang sejuk..

Awan—awan disiang hari dan bintang dimalam hari yang melukiskan langit Indonesia tak terkira, serta pelangi indah setelah hujan..

Anak-anak kecil riang pergi kesekolah menuntut ilmu..

Ibu-ibu tak menangis karena persediaan bahan pangan akan terus ada..

Bapak-bapak bekerja semangat untuk menafkahi keluarga karena ketersediaan lapangan pekerjaan..

Para orang tua tentram dan tenang menghabisi usia tuanya dengan damai..

Para tentara dan keamanan semangat mengamankan negerinya karena sejahtera..

 

Dan bapak…

Bapak wahai pemimpin baru…

Bapak berhati mulia, berjiwa besar dan pekerja keras untuk mewujudkan itu semua..

Harapan kami, harapan kita, harapan semua, harapan negeri indah anugerah Allah SWT yang bernama Indonesia..

Selamat mengemban amanah wahai pemimpin baru , kita ada untuk memanusiakan manusia, kita ada untuk menjaga amanah dari Sang Pencipta.. Kita ada untuk dedikasi bersama, kita ada untuk Indonesia..

Gunakan cara baru, untuk Indonesia yang baru, Indonesia yang maju, Indonesia berdikari dan Indonesia yang se-iya sekata antara ucapan dengan perbuatan..

 

Tak perlu kan, kami harus menangis darah untuk pemimpin baru kami supaya amanah?

 

Jakarta, 23 Juli 2014

Salah satu rakyat Indonesia, yang belum berbuat apa-apa untuk Indonesia

 

Tirta Anhari

 

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s