Siapakah Presiden Selanjutnya? Siapa yang Berdaulat?

Sebuah konsekuensi ketika bangsa Indonesia memiliki sistem presidential dalam pemerintahannya (UUD’1945 BAB III Pasal 4). Apa lagi trias politica yang dianut bangsa ini ter-sentralisasi oleh bagian eksekutif yaitu presiden dan jajarannya. Inilah yang menjadi persoalan bersama apakah presiden yang diangkat nanti (2014) akan menyelesaikan permasalahan bangsa. Presiden yang mau mendengarkan rakyat dan melayani rakyat. Bukan sebaliknya minta dilayani. Itupun juga menjadi persoalan kepada seluruh elemen pemerintahan apakah mau melayani rakyat atau sebaliknya!!!. Presiden yang nanti terpilih untuk melanjutkan perjuangan presiden sebelumnya yang sekali lagi harus mengedepankan nilai “pelayanan” dan tanggung jawab.

Berfikir sesaat mengenai presiden sebelum-sebelumnya apakah presiden saja yang disalahkan ketika kebijakan yang dibuat pemerintah banyak kontroversi. Saya meyakini tidak hanya presiden saja yang seharusnya disalahkan. Sebagai rakyat yang “cerdas” kita harus melihat dan objektif kebijakan pemerintah yang dibuat benar atau tidaknya tidak bisa kita justivikasi kesalahan presiden. Apalagi kita sebagai rakyat yang awam. Logikanya memang presiden memiliki keterbatasan karena hanyalah manusia biasa. Yang mengakomodir sekian juta penduduk.

Sekarang kita lihat saja beberapa bulan kedepan. Jika rakyat cerdas dan terus membudaya sifat objektivitas dan rasionalitas maka pemimpin yang nanti akan terpilih juga sesuai dengan harapan masyarakat. Akan tersaring dan muncul pemimpin yang bertanggung jawab yang dapat menyelesaikan persoalan bangsa. Menyelesaikan bagaimana menciptakan kemerdekaan yang sebenar-benarnya merdeka.

Dalam UUD’1945 bahwa Negara ini memiliki kedaulatan, dan kedaulatan tersebut berada di tangan rakyat. maka sebenarnya kedaulatan rakyat dapat tercipta adalah bagaimana maunya rakyat sehingga pemimpin wajib mendengar dan mengakomodir. Dan itulah artinya “kedaulatan ada di tangan rakyat!”. Mari saatnya rakyat yang benar-benar berdaulat dengan terus meningkatkan kecerdasan dengan membudayakan rasionalitas, kebenaran ilmiah dan ketulusan.

“bagimu negeri jiwa raga kami…..”

(trt)

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s