Kenapa Kuliah di Malaysia

Masih belum membongkar bagasi, meluruskan kaki sejenak. Barang-barang yang dibawa dari kota Sorong masih berada di ruang tamu. Kawan yang menjemput di bandarapun masih belum istirahat. Sementara kawan yang satu lagi, alumni Universiti Kebangsaan Malaysia datang berkunjung. Pembicaraan yang tidak terarah tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan “kenapa kuliah di Malaysia?”. Berdua kami tiba-tiba terdiam.

Selama ini, memilih kuliah di Malaysia tanpa perdebatan panjang. Hanya karena keinginan untuk kuliah sesuai dengan bidang yang ditekuni sejak strata satu. Mengejar ilmu yang linier. Itu formalitasnya. Di luar itu, biaya yang terjangkau, dan aplikasi yang dikirim kemudian berujung pada surat penawaran untuk masuk pada pendidikan doktoral. Hanya sesederhana itu. Tidak mendapatkan alasan lebih dari itu.

Berdasarkan pengalaman menempuh pendidikan di Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), meluncurlah beberapa keterangan tambahan. Daftar ini bisa saja bertambah, tergantung dari pengalaman masing-masing mahasiswa ketika menempuh pendidikan.

Pertama, perpustakaan yang buka sampai pukul 10 malam. Bahkan di waktu ujian bisa sampai pukul 12 malam. Layanan perpustakaan ini menjadi istimewa. Ketika ada buku yang diperlukan sementara tidak ada dalam koleksi perpustakaan, akan dipinjam dari perpustakaan lain di Malaysia. Kalaupun tidak ada juga, masih akan diusahakan dipinjam dari perpustakaan negara-negara persemakmuran. Fasilitas ini berkat koneksivitas antara perpustakaan dengan program inter-loan library. Setiap perpustakaan membuka diri untuk meminjamkan koleksinya kepada perpustakaan lain. Biaya pengiriman ditanggung universitas. Kalau belum ada juga, akan dibeli lansung ke penerbitnya.

Koneksi jurnal internasional juga sangat memadai. Semua jurnal yang masuk kategori utama seperti ISI, Thomson, Scopus dan Proquest, sudah disediakan. Termasuk dapat diakses di luar kampus. Untuk sebuah riset, dengan dukungan seperti ini, tidak ada lagi alasan untuk tidak berusaha memperbaiki rujukan dan dukungan analisis dari kepustakaan mutakhir.

Kedua, pembimbing yang mudah ditemui. Bahkan kadang-kadang beliau yang mencari mahasiswa yang tidak datang konsultasi memenuhi janji sebagaimana disepakati di awal semester. Setiap awal semester, pembimbing dan mahasiswa akan membuat jadwal yang disepakati dalam rangka konsultasi penelitian. Pertemuan yang dilaksanakan minimal enam belas kali sepanjang semester berjalan. Termasuk menyediakan artikel untuk jurnal dan makalah yang akan disampaikan di seminar. Jadwal yang disepakati ini termasuk dalam jadwal tugas dosen. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bertemu.

Ketika dosen akan berada di luar kampus pada saat jadwal yang sudah disepakati, maka akan ada pemberitahuan minimal sehari sebelumnya. Inipun akan diganti pada hari tertentu. Tidak pada hari libur. Kemudahan dan kesempatan seperti ini akan membantu mahasiswa dalam penyelesaian studi. Pertemuan dan proses bimbingan kadang pula mendapatkan bonus. Pembimbing dengan senang hati menawarkan untuk makan atau minum bersama di kantin atau restoran.

Ketiga, bantuan penelitian dan fasilitas untuk mengikuti seminar inernasional. SPP satu semester tidak sampai 5 juta rupiah. Tetapi bantuan penelitian untuk penyelesaian disertasi mencapai 10 juta. Begitu juga bantuan untuk mengikuti seminar internasional di luar negeri yang diperkenankan sekali ketika menempuh pendidikan mencapai 10 juta juga. Berarti dengan pembayaran SPP selama tiga tahun sebesar 30 juta, lebih dari separuhnya sudah dikembalikan ke mahasiswa dalam bentuk bantuan.

Belum lagi tunjangan sebagai Research Assistant (pembantu peneliti) untuk mengerjakan pengumpulan data dan analisis kepustakaan dalam penelitian yang dikerjakan pembimbing. Untuk aktivitas ini, diberikan ganjaran sebesar 1.500 ringgit. Dengan kurs 3.000 rupiah setara dengan 4.500.000 rupiah. Padahal, pekerjaaan ini hanya dilakukan dalam dua jam dalam tiga hari sepekan. Di samping berlatih meneliti, juga mendapatkan biaya hidup.

Keempat, kesempatan untuk menulis bersama dengan pembimbing di jurnal bereputasi. Untuk memenuhi standar sebagai universitas riset, maka UKM mensyaratkan penyelesaian mahasiswa untuk menulis di jurnal terkemuka yang diindex seperti Scopus. Dalam proses studi ini, mahasiswa diminta menulis dua artikel di jurnal. Untuk itu, selalu ditawarkan kegiatan workshop penulisan artikel jurnal yang dalam bahasa Melayu disebut bengkel. Aktivitas seperti ini tidak saja disediakan fakultas tetapi juga oleh perpustakaan. Termasuk, bagian Hal Ehwal Pelajar dan Pusat Pembangunan Akademik.

Latihan mempersiapkan artikel dan menulis untuk sebuah jurnal menjadi pengalaman yang penting sebagai landasan untuk menjadi seorang scholar (sarjana). Interaksi dengan ilmuwan dari pelbagai negara dan aktivitas kecendekiawanan menjadi sebuah bekal ketika saatnya sudah memasuki jenjang akademik. Lepasan pendidikan doktoral, dengan kemampuan menulis di jurnal bereputasi akan memperkaya informasi dan juga memperluas aktivitas ilmiah.

Kelima, akses yang tidak terbatas pada pengembangan kapasitas. Mahasiswa dipandangs ebagai pelanggan. Bukanlah obyek ataupun sebagai pihak yang kedua yang tidak dijadikan pertimbangan utama. Justru dengan penerimaan mahasiswa, menjadi sebuah tanda bahwa kehadiran universitas dijadikan sebagai subyek aktivitas perguruan tinggi. Itu tercermin dari spirit pelayanan yang selalu diingatkan pihak manajemen kampus. Termasuk tidak hanya mahasiswa, bahkan ketika menjadi alumni sekalipun, tetap dipantau disediakan akses untuk pengembangan kapasitas. Setiap mahasiswa dapat mengusulkan sebuah organisasi sesuai dengan minat dan latar belakang masing-masing.

Mahasiswa Indonesia mendirikan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). Pada perkembangannya ini kemudian teriplikasi ke seluruh Malaysia sehingga menjadi Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia, kehadiran PPI di universitas menjadi cabang. Ketika organisasi, seperti PPI diiktiraf dan terdaftar di Hal Ehwal Pelajar, maka fasilitas kampus dapat dipergunakan. Tentu melalui prosedur yang ada. Seperti penggunaan bis untuk kegiatan-kegiatan PPI. Mendapatkan bantuan pendanaan. Saat memangku jabatan sebagai Timbalan Presiden PPI UKM, bantuan yang diperoleh selama setahun untuk kegiatan-kegiatan PPI mencapai 10.000 ringgit. Belum termasuk bantuan komsumsi untuk kegiatan-kegiatan seperti Jamuan Makan Malam Tahunan dan juga Scientific  Conference. Syarat yang diajukan adalah setiap organisasi untuk terus terdaftar harus beraktivitas minimal tiga kegiatan setahun. Kesempatan ini digunakan PPI sampai saat ini untuk memberikan wahana berkreasi bagi mahasiswa Indonesia di UKM.

Keenam, inovasi yang berkesinambungan. Ketika waktu menunggu giliran untuk bertemu pembimbing, sengaja duduk di lantai sambil membuka laptop. Saat itu, lewat seorang professor dan menyapa kenapa duduk di lantai. Dijawab santai “menunggu pembimbing”. Setelah itu, Sang Professor mengusulkan ke fakultas untuk mengadakan bangku untuk duduk. Sehingga bagi mahasiswa yang akan menemui pembimbing di ruangan masing-masing dapat duduk dengan nyama. Termasuk meletakkan laptop di meja, selanjutnya diperlukan akses listrik yang memadai. Tidak sampai dua pekan setelah bertemu professor, bangku dan meja serta colokan listrik sudah terpasang. Sebuah aksi yang langsung tepat sasaran. Dimulai dari hanya melihat “kasus” mahasiswa yang sesungguhnya bukan kesulitan.

Ketujuh, reputasi Malaysia di tingkat antarbangsa. Mengurus visa ke Jepang di Kuala Lumpur. Jika syarat utama yaitu memiliki visa Malaysia dalam setahun terakhir, maka dengan ketentuan imigrasi Jepang di Malaysia langsung disetujui jika memenuhi semua dokumen. Begitu juga dengan visa Korea Selatan dan Australia. Berbeda pelayanan dengan mengurus visa di konsulat Jepang, kedutaan Australia dan Korea Selatan di Indonesia. Pelayanan visa bagi paspor hijau kadang menyesakkan. Selalu saja ada proses yang berlapis. Tetapi ketika mengurus visa di Kuala Lumpur, stigma ini tidak muncul. Sehingga proses visa akan lebih lancar. Dengan menggunakan negara ketiga mengurus visa, dalam hal ini Malaysia, urusan penolakan visa menjadi sangat kecil kemungkinannya jika dibandingkan dengan mengurus di tanah air.

Kedelapan, universitas yang dekat dengan masyarakat. Perpustakaan Tun Sri Lanang (PTSL) dipenuhi pengurus masjid senegeri Selangor. Mereka menghadiri Workshop Manajemen Masjid. Di saat yang lain, universitas mengadakan acara Pelatihan Persiapan Menikah di masjid kampus. Sementara untuk mengisi liburan, beberapa fakultas mengadakan bakti sosial yang sudah terjadwal di awal tahun. Saat banjir melanda Johor, setiap asrama diatur bergiliran untuk membantu masyarakat yang terkena banjir setiap hari. Ini dilakukan termasuk sampai waktu pemulihan bencana.

Kampus selalu menjadi warga terdepan untuk turut dalam nadi kehidupan masyarakat. Tetapi tidak untuk kegiatan politik. Kampus tidak mungkin mengirim relawan untuk memantau pemilu demi mewujudkan pemilu yang jujur. Setiap mahasiswa di bawah umur 21 tahun tidak diperkenankan untuk mengurusi kegiatan politik. Sesuai dengan undang-undang Universitas dan Kolej Universitas.

Alasan-alasan di atas sesugguhnya sangatlah personal. Bisa saja seseorang memilih kuliah di tempat tertentu bukan karena alasan ini. Ketika menentukan tempat kuliah, ada saja alasansemosional yang mendasari untuk memilih lokasi dan perguruan tinggi tertentu. Kuliah dimanapun dan kapanpun selalu saja berarti kebaikan. Hanya saja ketika kuliah dengan mendapatkan dukungan dan lingkungan yang membantu untuk mewujudkan mimpi-mimpi mahasiswa, akan berarti kapasitas dan keterampilan mahasiswa untuk menghadapi kehidupan seusai belajar akan lebih mudah. Ditambah dengan gaji yang memadai.

dari : Ismail Suardi Wekke, Sahabat

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s