“Jangan Cari Berhala” | Singapore 2013

My Singapore
Marina Bay, Singapore 2013

Awalnya hanya sebuah omongan biasa di asrama kampus tempat kami melakukan penelitian. Awalnya juga hanya sebuah omongan kecil dengan ajakan “yuk-yuk ke Singapore” sekalian perpanjang visa. Ya, karea visa kami hanya tinggal 20 hari lagi. Padahal kami disini lebih dari 1 setengah bulan. Pkl. 23.30 kami departure  ke Woodsland Checkpoint – Singapura. Lebih dari tujuh jam perjalanan di kereta, yang dijadwalkan pkl. 06.30 ternyata kita baru sampai disana pkl. 09.30 dengan kondisi dingin didalam kereta membuat kami terbujur kaku layak mayat yang di awetkan (lebay). Dalam perjalanan ternyata ada sedikit masalah di pemberangkatan kereta dari arah Singapura ke Malaysia. Ini membuat kami berfikir untuk bagaimana caranya kembali ke Stasiun Woodsland dalam waktu 4 jam !!!, padahal kami harus melakukan perjalanan bulak balik tempat yang intersest  di Singapura selama 2,5 jam dari stasiun tersebut dan berdiam cukup 20 menit. Setelah memasuki kawasan Singapura kami diperiksa oleh petugas imigrasi. Apa yang terjadi? Ternyata kami ditahan!. Tapi dengan tenang dan bermuka lugu kami memasuki ruangan imigrasi. Ternyata kami disana apakah yang akan dilakukan disini dan dari mana kalian datang. Kami jawab sahaja dengan tenang dan pede. sampai ditanya bawa uang berapa lah terus nanti mau kemana setelah ini dan bla bla bla. Setelah hamper setengah jam kami di Tanya-tanya, akhirnya kami diperkenankan pergi, bahasa campur aduk inggris-melayu-jawa(Indonesia) saya lontarkan dengan bijaksana.hehe… karena kita hanya punya waktu kurang dari sehari dan dikejar tiket pulang4 jam, akhirnya nekatlah kami berangkat dari jam 9.30 dari stasiun kesana. Ya kesana, nama tempatnya Marina Bay yang dikenal orang sebagai kawasan indah di Singapura, hal ini membuat kami penasaran katanya ada masscout negeri Singa. Setelah melakukan perjalanan dengan Bus Way nya Singapura yang cukup lancar dan bebas hambatan (jalan biasa seperti jalan tol), kami cukup merasa iri dengan perjalanan yang lancar tersebut padahal menempuh jarah lebih dari 30 km. dalam waktu hampir 1,5 jam. Jalanan yang bersih dan lancar serta tertib tanpa ada pedagang-pedagang kecil hal ini membuat kami iri apakah Jakarta dapat seperti ini. Terbesit pasti bisalah!!!. Dilain sisi kami juga merasa rindu dengan suasana yang macet dan ramai. Ya, walaupun keadaan negeri sendiri seperti itu kami tetap merasa bangga dan bersyukur. Hehe

Setelah sampai disana pemandangan yang indah dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ternyata memang indah, subhanallah…. Kawasan kota yang berada di pinggir laut dengan arsitektur megah dari Jerman dan Singapura (baca di prasasti) membuat kami merasa ingin kembali kesini suatu saat. Saya merasa apakah yang dari tadi kita ingin lihat adalah suatu keinginan nafsu semata (berhala) atau ingin melihat ciptaan Allah lainnya yang indah?. Ternyata beda tipis kawan. Hati-hati!!!. Sebelum kami sampai ke Merlion Park dimana terdapat patung ikan berkepala singa, kami berdiskusi dan berbicara bahwa kita kesini untuk melihat kebesaran Allah, bukan melihat suatu berhala yang hanya ingin memuaskan nafsu dan penasaran semata. Astaghfirullah.. kembali kepada niat.

Sesampai disana kami cukup puas dengan pemandangan yang indah dan sedikit panas. Memperlihatkan suasana Singapura yang tertib, bersih dan dipenuhi pekerja yang super keliatan sibuk dengan kegiatan bisnisnya, memperlihatkan betapa bertanggung jawabnya pemerintah melayani rakyatnya sehingga rata-rata kedudukan ekonomi rakyat singapura sudah diatas rata-rata.  Ini satu point lagi pembelajaran bagi kita bahwa kita masih perlu belajar dari negeri orang. Walau Indonesia adalah negeri yang kaya raya yang belum terlihat “kekayaannya” itu. Begitulah potret gambaran yang saya perlihatkan kepada pembaca. Setelah kita memuaskan mata dengan pemandangan yang indah, kami langsung berangkat pergi untuk pulang. Kami berfikir apakah kami akan kembali kesitu dengan aktivitas lain seperti berkuliah atau hanya berlibur bersama keluarga. Mudah-mudahan saja, dalam hati terbesit ingin kembali tetapi perasaan pergi haji lebih mendominasi dari pada ke tempat itu. Amin…

Kami tahu ternyata tiket pulang kami sudah tidak berlaku. Kami TELAT!, lebih dari 1 jam lebih, kereta api sudah meninggalkan rel nya di Singapura ke Kuala Lumpur. Saya tidak stack untuk berfikir bagaimana caranya mengembalikan tiket yang sudah tidak berlaku menjadi berlaku lagi. Akhirnya kami menegosiasi petugas tiket dengan alas an delay dari pihak kereta karena kami sudah menjadwalkan untuk berangkat kesana kemari dan sampai tepat waktu. Tetapi karena kereta sampai ke Singapura telat 3 jam kami protes dengan santai. Dan akhirnya…. Kami BISA !!! tiket yang tadinya sudah usang dan  kami harus membayar lagi 34 DollarSingapura/orang nya ternyata tidak. Perlu diketahui bahwan 34 Ringgit tidak sama dengan 34 DollarSingapura kawan. 2,5x lipat harnganya. Inilah suatu anugerah dari Allah yang menggerakkan hati petugas tiket untuk mengurus tiket kami yang sudah tidak berlaku itu (yang beli di Kuala Lumpur) untuk di berlakukan lagi sebagai tiket pulang.. Alhamdulillah… perjalanan hampir memakan waktu 10 jam akhirnya kami sampai ke asrama kampus dengan sangat lelah dan puas. Perjalanan yang menyenangkan dan cukup menambah memori indah di kepala, menambah semangat kami untuk terus memaknai hidup dengan melihat ciptaanNya yang indah. Memaknai apa arti hidup untuk semangat dan berkarya. Bermanfaat bagi orang lain dan bersyukur atas yang diberikan Allah SWT.

Advertisements

Author: Tirta A

an Enthusiast learner | Setiap detik hidup adalah pemaknaan

3 thoughts on ““Jangan Cari Berhala” | Singapore 2013”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s