Tulisan Puisi

 

Tak terukir dan tertulis

Semua buah fikir dan hak intelektual “muda” sang Maha Intelektual sepertiMu

Tak ada kekosongan dan kelupaan dalam KeDirianNya

Berfikir pun tak perlu dan tak pantas…

Wahai Sang Maha Intelektual

Izinkan kami menulis setitik cahaya intelektualMu dalam fikiran kami

Memancarkan pencerahan agar tercerahkan

Menuju ketenangan batin dan kedewasaan dari cahayaMu

MelihatMu aku tak sanggup

MendengarMu aku tak bisa

Apalagi melihat wajahMu

Mengira-ngira ilmuMu sambil merengeklah yang kami sanggupkan

Hanyalah mimpi dan kerinduan sejati

yang membawaku menuju khazanah keilmuanMu

sampai matipun ku tak sanggup

menggapai persepsi ideal intelektualMu