Debu Kaki | Yogyakarta, Sidoarjo, Surakarta, Wonosobo 2012

telaga warna, wonosobo
Keindahan Dieng Indonesia
Kraton Yogyakarta, Java Man

Hamparan luas sang maha pelukis

Hamparan luas sang maha pemberi warna

Hamparan luas sang maha ilmu

Hamparan luas sang maha indah

 

Yang terlihat hanyalah setitik “debu” kepemilikannya…

“Debu- debu” kecil yang menempel pada kaki

Berbicara kepada kita tentang indahnya dunia

Berbicara tentang komposisi, struktur dari “debu”

Yang tak lebih kecil dari kita sebagai “debu-debu” berkesadaran

Arsitektur megah sang maha pemilik “debu”

Bereksistensi dalam diri semua “debu-debunya”

Semua elemen dan manifestasi “debu”

Terekam indah dalam ayat-ayat kauniyahNya…

 

Wahai Sang pemilik “debu”

Jangan kau biarkan “debu-debu” ini seperti debu jalanan

Menempel dan terbang tak tentu arah

Hinggap, diam dan terinjak oleh “tapak besar kaki zaman ini”

Kami ingin menjadi “debu” pilihanMu

Yang mensyukuri nikmat dan karuniaMu

Memahami, mempelajari dan menjaga “debu-debuMu” yang lain

Yang terhampar luas dalam hak cipta kekayaan intelektualMu..

 

Wahai Sang Maha “Creator”

Terbangkanlah “debu-debu ” ini …

menempel rekat di sisiMu

Jadikanlah selalu hati dan diri ini

seperti “debu” yang tidak “merasa” memiliki “rasa”

kami ingin selalu terbang,

terbang riang didalam keridhoanMu

Wahai Sang Maha Cinta

Cintailah “debu-debu” jalanan ini…

 

Ekspedisi Pena Merah (10 Days in The Middle of Java)

Juli 2012

Advertisements

Huruf Perangkai Tulisan…

 

Tak terbayangkan. Bait-bait tulisan dengan huruf perangkai tulisan dapat membuat semua orang berubah dan mendatangkan perubahan.

Sebagai kaum intelektual, dan terdidik. Menulis, seharusnya menjadi bagian dan hal penting untuk menggoreskan peradaban dan mewujudkan cita-cita.

semua orang bisa mati, namun tulisannya tidak akan mati. Seperti contohnya tokoh-tokoh Republik ini, Soekarno, H. Agus Salim, Hatta, Syahrir atau Tan Malaka.

Entah kenapa iri sekali dengan angkatan ’45. Semoga kita bisa menulis dan merangkai, sehingga bekerja dan menulis untuk peradaban. Lalu menulis  dalam ssetiap huruf adalah pemaknaan 🙂